hanya ingin ini..

tak ingin apa-apa..

hanya ingin kau tersenyum..

kembali hadirkan semangat hidupku yang hilang..

hanya ingin kau tertawa..

hidupkan lagi api dalam jiwaku yang lama mati..

hanya ingin pelukmu..

satukan lagi puzzle hatiku yang berantakan..

hanya ingin kau ada..

sempurnakan aku..

hanya itu..

 

 

aku rindu padamu..

bintangku..

moon

bersama sahabat melepas lelah setelah seluruh hari dihabiskan dengan penatnya kuliah dan panasnya jogja,

kopi joss, alun-alun utara. poto2 dan akhirnya duduk di depan garasi rumah Yudo hingga pagi menjelang.. sudah lama rutinitas ini lepas dari hidupku. sesaat aku masuk ke dunia yang dulu begitu kucintai dan terjerumus dalam sebuah kemonotonan dahsyat. tapi entah kenapa aku tetap hidup di sana dan hanya menjadikan dunia yang kurindukan itu sebagai pemanis..

pelarian akan ketidaknyamanan…

aku tak ingin menjadikan kenyamanan itu sebagai prioritas hidupku karena itu hanya akan membuat semua itu terasa biasa saja. tak akan ada tawa lepas, tak akan ada kehangatan senyum, tak ada ada kerinduan yang membuncah dan terobati dengan semua itu.

ketika aku duduk bersama ketiga sahabatku, Yudo, Ndut, dan Lawung (karena yang bisa keluar hingga tengah malam hanya mereka), aku menemukan jiwaku yang hilang. setiap cerita mengalir tanpa tedeng aling-aling seperti yang selama ini kuterapkan dalam hidup monotonku. semua keluh kesah lantas tumpah tanpa perlu dibendung lagi. duduk ditemani dua botol besar air dingin dan sebungkus rokok, kami melakukan banyak hal. tertawa, poto2, sampai membicarakan beberapa hal yang telah lama terbendung selama ini. … continue reading this entry.

in lope…

ada rajutan merah jambu di sana..

di dalam dada sebelah kiri..

dan dia berdetak terlalu cepat..

aku berada di sampingnya..

menghirup asap yang sama..

tapi rajutan merah jambuku berdetak terlalu cepat..

yang ingin kuketahui..

apakah rajutan merah jambunya..

juga berdetak terlalu cepat jika berada di sampingku???

24 jam saja

kemelut yang sama

rongga-rongga dada terbuka

kembang kempis di sana

membentuk ratusan embun sukma

yang terhampar

busuk bernanah

kontras bukan?

Dengan kesempatan dua hari silam?

Tawa dan luka bisa datang

hanya terpisahkan suara jam

24 jam bisa

menghancurkan segalanya

memberikan rongga-rongga dada

sebaris luka

yang bernanah

mata dan jiwa

hati juga hampa

tanpa suara

tanpa nada

kau hilang

tanpa segalanya

hanya saja

kau bawa

jiwa

yang mencinta

segalanya

Sang Mimpi Di Ujung Jalan

Langkahnya terlihat mulai gontai ketika jam itu berdentang di angka 5 pagi. suara kokok ayam seolah gambaran singkat heningnya pagi itu. dia tetap berjalan tanpa menoleh ke belakang. meskipun kakinya sudah tak sekuat itu, namun dia tetap berjalan menuju sebuah tempat yang masih dirahasiakannya. dalam perjalanan itu dia juga terlihat sangat letih karena dalam waktu hampir 3 jam dia tak juga berhenti berjalan. ada beberapa motor yang melaluinya namun dia seolah berada di dunianya sendiri yang sama sekali anti dengan suasana ramai juga lelah.

Detik itu juga dia masuk di dunianya sendiri. dunia yang masih terus membayang meskipun sudah lenyap dalam waktu hampir lima bulan itu. dia terperangkap oleh zona nyaman yang saking nyamannya rela meninggalkannya dan menenggelamkannya dalam mimpi-mimpi. kini dia mencoba keluar dari kubangan mimpi itu dan mencoba mengejar mimpi yang tega meninggalkannya itu. meski langkah mulai gontai dan denyut nadi berteriak tak rela dengan keadaannya yang ringkih, dia tetap melangkah karena dia yakin bahwa dirinya pasti bisa mendapatkan kembali mimpi itu.

di dalam gelap yang mulai merangkak hilang dan digantikan oleh senyuman kecil matahari pagi, dia sudah menempuh tiga per empat perjalanannya. tentu saja dia tak akan menyerah. beberapa sahabat sudah mengatakan padanya kalau dia hanya akan mempermalukan dirinya dengan mengiba seperti itu. dia sudah berusaha mengikuti saran sahabat sahabatnya itu namun hatinya sudah terlalu meradang hingga tak sanggup melakukan segalanya dengan akal sehat. sang mimpi sudah mencampakannya di tengah jalan, bukan, bukan di tengah jalan namun di awal perjalanan berbatu. sang mimpi tak mau dibawa dengan melewati perjalanan pilihan dia. sang mimpi memilih pergi dan memilih orang lain untuk menyandangnya lantas membwanya melewati jalan yang lebih nyaman. meski sang mimipi hingga kini masih sendiri.

sang mimpi sangat ingin memutuskan seluruh hubungan dengan dia. seluruh cara kecuali pesan singkat sudah dihapuskan. sang mimpi sangat tidak ingin berhubungan dengannya yang selalu memilih jalan sulit dalam hidupnya. dia setidaknya sadar jika sang mimpi sendirilah yang berniat mencampakannya bukan keinginan keadaan. sang mimpilah yang enggan menjalani hari menuju keberadaannya dengan segala keluh kesah seorang dia. dia sering kali menyendiri lantas menangisi kepergian sang mimpi namun dengan keyakinan jika sang mimpi hanya melakukan penyangkalan dengan kepergiaannya itu.

matahari mulai menampakkan sinarnya di ufuk timur. tepat di belakang perjalanan dia. matahari berusaha memberi semangat dengan cahayanya yang hangat. dan dia tersenyum kecil.

“tinggal beberapa langkah lagi menujumu, mimpiku..” katanya pelan dengan wajahnya yang mulai pasi itu. beberapa pasang mata melihatnya iba, dan mereka punya penafsiran sendiri tentang dia yang melangkah gontai. ada yang mengatakan dia orang gila, ada yang mengatakan dia adalah gelandangan yang sedang kelaparan, dan ada yang mengatakan dia hanya sedang jalan-jalan karena pakaiannya tidaklah lusuh seperti para gepenk di luar sana. dia tetap berjalan meski jalanan mulai ramai dengan lalu lalang kendaraan dan dia teringat sesuatu, takut takut di pagi hari ini sang mimpi akan meninggalkan peraduannya sebelum dia sampai di sana.

meski badannya sudah mulai melemah, tapi tekadnya untuk kembali merebut sang mimpi kembali berkobar. dia mengangkat badannya hingga tegak dan mulai melangkah mantap. tapi di dalam hatinya masih tersisa pertanyaan-pertanyaan kecil yang cukup menggelitik pemikirannya. apakah sang mimpi mau menerimanya lagi dengan pengorbanannya ini? atau sang mimpi hanya akan menganggap dia sebagai orang stress yang dengan gilanya mengejar-ngejar sang mimpi. sang mimpi akan smakin mencampakannya. dia sedkit merasakan ketakutan itu, namun dia tetap mempertahankan tekadnya itu.

“satu tikungan lagi dan semua segera selesai..” ujar nya menyemangati diri sendiri. mukanya makin pasi dan kekuatannya smakin lemah. tikungan terakhir itu sempat membuatnya ragu. karena gonggongan anjing dan suara kucing yang sangat familier di peraduan sang mimpi membuat sebuah de javu di otaknya. langkahnya sedikit bergetar. “semua pasti bisa diselesaikan!!” hatinya telah bulat bertekad.

tiga langkah lagi dia berada tepat di hadapan peraduan sang mimpi. di ketuknya perlahan pintu yang terbuat dari kayu itu dan angin menggoyangkan hiasan pintu berbentuk lonceng di hadapannya. pening berhenti di kepalanya. dia berhenti berjalan sehingga seluruh organ yang tadinya bekerja tiba-tiba berhenti dan tentu saja mereka kaget. dia merasakannya namun tekadnya terlalu kuat untuk diganggu oleh kenyataan tubuh ringkihnya. di ketuk sekali lagi pintu itu. dia mulai merasakannya dan berpegangan pada kursi bambu di sampingnya.

Pintu itu terbuka dan sebuah cahaya hangat menerpanya. senyum sang mimpi sekejap berubah menjadi kekagetan yang tidak alami. dan dia pingsan.

mimpiku, tetap menjadi mimpi, ternyata aku hanya menjalani malam yang melelahkan dengan mimpi tentang sang mimpi. aku hanya seorang gadis yang terperangkap dalam sebuah mimpi. mimpiku,, izinkan aku tetap bersamamu meski harus tetap tenggelam dalam dunia mimpi. aku tak ingin pergi. karena kenyataan telah melukaiku. aku ingin kau tetap menemaniku dalam mimpi. dalam mimpi.

che kudu ceria

080909

PEKAT

sehitam batu terhitam di dunia, bahkan lebih pekat dari gelapnya malam. aku terhenyak di sudut kesendirian yang begitu mencekam. meraup kebahagiaan setitik saja aq tak mampu apalagi segumpal senyum manis?! aku tau aku terlalu bermuram durja. tapi aku sama sekali tak tau apa yang harus aku lakukan. semua terhempas ke titik nol yang membungkamku. menekan pergelangan tangan hingga pusat pasi tubuhku. jangan bayangkan aq menarinari penuh luapan kegembiraan sedangkan kosa kata itu saja begitu kabur di dalam kamus hidupku. tak ada cahaya sama sekali untuk melepaskan tabir kepekatan ini mana bisa aku berjalan dengan langkah yang benar. tidak lantas tersuruk masuk ke jurang yang dalam?

terlalu pekat untuk ukuran penglihatanku yang kabur. lalu segumpal keegoisan menepuk-tepuk dadaku, mecoba menegarkan langkahku. oh Tuhan!! kuatkanlah hambaMu ini. hambaMu yang tak tau diri ini. hambaMu ingin melangkah di jalan yang Kauberikan..

hitam. pekat. sangat menyakitkan mencoba mengadaptasikan penglihatanku yang begitu buruk. aku takut, Tuhan! takut, sangat takut.

terlalu pekat, ya Tuhanku. aq tak tau sesanggup apa aq melangkah lagi. berapa langkah lagi sanggup kutegarkan diriku menujuMu? aku takut, Tuhan.. sangat takut….

sendirian selalu

sendirian selalu

aku sangat mencintaimu.. sangat..

Aku sedang berusaha menghilangkan semua ingatanku tentang dia, tapi hampir di seluruh sudut kota ini ada sedikit kenangan yang tak mampu aku larang untuk hadir. Senyuman kecilnya itu selalu saja datang tibatiba meski hanya dalam bayangku. Hatiku seolah remuk oleh semua itu, kenangankenangan itu tentu saja seakan pukulan telak yang tertuju di ulu hatiku dan meremukkannya. Sering kali aku memeluk diriku sendiri seolah takut badanku tak akan utuh lagi. Sebagian besar orang melihatku sanggup menghadapi ini, tapi beberapa dari mereka tentu saja tau jika aku tak sanggup karena terlalu ringkih diriku ini menjalani sepi yang tibatiba.

 

Setelah ini, kau akan merasa seolaholah aku tak pernah ada…

 

Sebegitu mudahkah aku menanamkan katakatanya itu di hatiku? Yang kutau pasti, aku tak bisa menyelesaikan perasaanku padanya. Ketika cinta itu datang aku tak pernah bisa melihat dimana rasio dan logika berada dan sekarang terlihat jelas jika logika dan rasio memang tak terpakai olehku. Masih saja mencintai dia padahal dia sudah mencampakanku, melupakanku, membuangku, dan sudah hilang minat pada diriku yang masih sangat mencintainya ini.

 

Kita terlalu cepat mengatakan cinta, padahal kita belum saling kenal. Aku yang salah, seharusnya tidak seperti ini. … continue reading this entry.

cinta itu mengerikan

Cinta ini memberi gambaran padaku tentang hidupku yang sangat mengerikan. Ditinggalkan begitu saja seolah aku hadir tanpa arti.. padahal aku telah memberikan SEGALANYA padanya. Padahal aku sudah mengerahkan seluruh dayaku untuk mencintainya tapi ternyata aku hanya dianggap omong kosong. Aku memang gadis buram, gadis yang terlahir sebagai gadis yang tidak sempurna..

Aku hanya berharap dia mau menerima aku apa adanya. Aku yang tak sempurna, aku yang perokok, aku yang kadang menenggak alkohol, dan aku yang selalu membela diri jika kuanggap aku benar. Dia selalu ingin kuterima apa adanya namun mengapa dia tak bisa menerimaku apa adanya? Mengapa?

Apakah cinta yang sempurna hanya ditujukan pada kaum adam? Sebagai hawa, kita diwajibkan menjadi sempurna demi menyempurnakan hidup kaum adam? Aku lelah selalu menyanggah jika semua itu tidak adil bagiku. Aku benarbenar tidak bisa menerima ini semua karena aku tau, aku juga ingin diterima apa adanya lantas menyempurnakan hidup bersama. Meniti hidup menuju sempurna bersama.

Sayangnya dia lelah. Sayangnya dia tak bisa lagi dan tak mau lagi padahal yang kutau hanya aku yang mengerti bagaimana otaknya berjalan, bagaimana bisa membuat hidupnya lebih hidup. Tapi dia tak mau, tapi dia tak tau. Dia kini mencampakkan aku. Tak ada lagi sebutan malaikat bagiku karena dia hanya menganggapku sebagai setan yang tak pantas bersanding dengannya.

Aku sudah mencintainya tanpa syarat. Dia memang bisa hidup tanpa aku, tapi aku tau, aku tak bisa hidup tanpanya. Mengapa dia terlihat begitu bahagia setelah lepas dariku? Mengapa? Apa itu yang benarbenar dirasakannya? Sesungguhnya aku tak percaya. Tak mungkin semudah itu dia melupakanku. Melupakan cintanya yang dulu dia gembargemborkan sebagai cinta terhebat dalam hidupnya.

Padahal dulu sempat kami dianggap pasangan paling sepadan di antara sahabatsahabatku. Padahal dulu hubungan kami sempat membuat banyak teman iri. Padahal dulu kamilah yang disanjung dan dibanggakan. Ternyata dia tak bisa menjaganya. Ternyata dia tak bisa melihatku melakukan hal yang sama dengannya. Hal yang seharusnya tidak begitu menjadi masalah di antara kami. Hal yang terlalu sepele.

Aku mencintaimu tanpa syarat dan aku hanya ingin kau pun begitu namun nyatanya kau tak mampu.

00.43 Wib

07-07-09

NGGRANTES???!!! FUCK!!!!

waduh..

bagaimna ya??!!

saia sekarang ndak bisa berkata2 kalo keadaan saia memburuk seperti ini.. dicuekin lagi dicuekin lagi,, BOSOK!! tahap2 yang seharusnya bisa dilalui bareng malah diancurin sama keegoisan dia.. wah.. pie jal??? eh! ndak boleh kayak gitu, che! hati saia selalu berkata seperti itu,, nggrantes itu ndak boleh.. kalo masi bisa tertawa kenapo mesti nggrantes terus?? walaupun hati saia ndak bisa dibohongin kan seedaknya sai bisa meringankan beban dengan tertawa..

hahahahahahahahahahahahahaahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaahahahahahahahahahahahahha

hiks..cuma itu yang ndak bisa saia hapus.. saia ndak bisa membohongi diri saia.. saia mengeluh karena saia mengeluarkan peluh.. terus dan terus.. ini tu kayak TAI sesuatu yang ndak bisa dihentikan.. mencoba saja terus saia ini.. biar ndak ada yang ditutup.. … continue reading this entry.

ternyata…

segalanya seperti mimpi..

kujalani hidup sendiri..

ini tuh bagian lagunya Utopia yang hujan.. ya emang rasana hidup saia minggu ini seperti mimpi.. tiba2 saja saia putus.. padahal kalo bisa dibilang saia itu sayang bgt sama mantan saia itu.. hhhhhuuuuuuuuuuuuuuuuuwaaaaaaaaaaaaaaaaaah.. mimpi burukk.. masa baru 10 hari saia sudah ndak tahan??? harusnya ndak boleh beginikan?? PAYAH!!

Aku hanya bisa terdiam melihat kau pergi
Dari sisiku dari sampingku
Tinggalkan aku seakan semuanya
Yang pernah terjadi tak lagi kau rasa

Masih adakah tentang aku di hatimu
Yang kau rasakan, coba kau rasakan
Mudahkan bagimu untuk hapuskan
Semua kenangan bersama denganku


Tak pernah sedikitpun aku bayangkan
Betapa hebatnya cinta yang kau tanamkan

Hingga waktu beranjak pergi
Kau mampu hancurkan hatiku

(Reff)
Ada yang hilang dari perasaanku
Yang terlanjur sudah kuberikan padamu
Padahal aku tak berarti tanpamu
Berharap kau tetap disini

Berharap dan berharap lagi

kalo lagu yang ini bener2 pas buat saia.. walaupun awalna bilang rela tapi mao gimana lagi??? saia ternyata tidak sanggup menghapus dia cepet2.. wah… mungkin emang ga mudah buat ngehapus semua kenangan diantara kami.. tapi saia bener2 ndak mampu.. T.T

jujur2an saja,, saia ndak sanggup.. n ndak berarti tanpa dia.. wahahahahahahaha… (hiks..) … continue reading this entry.

« Older entries